Sabtu, 06 Desember 2014

Mengenal Data Ekstrim dan Distribusinya

Mengenal Data Ekstrim dan Distribusinya

Pendahuluan
Ekstrim dapat diartikan sebagai ‘besar’, ‘banyak’, ‘sering’ atau sebaliknya ‘amat jarang’. Kejadian yang dikategorikan sebagai ekstrim (extreme event) ada-lah kejadian yang jarang terjadi namun memberi-kan dampak yang besar dan tidak terduga datang-nya (Embrechtset al. [7]). Bencana alam, misalnya gempa bumi, badai, dan banjir besar, adalah contoh kejadian ekstrim di bidang ekologi lingkungan yang bisa membawa dampak besar sosial dan ekonomi. Di negara-negara dimana asuransi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, kejadian ekstrim seperti ini dapat mengakibatkan klaim asuransi yang sangat besar. Nilainya bisa mencapai 26% dari seluruh total klaim dalam setahun. Sehingga mau tak mau industri asuransi memberikan perhatian besar atas probabilitas munculnya kejadian ekstrim. Pengetahuan tentang kejadian ekstrim di bidang iklim sangat diperlukan oleh hidrologis, perencana tata kota atau desainer bangunan. Misal, saat akan membangun waduk yang dapat mengantisipasi perubahan iklim sampai 50 bahkan 100 tahun ke depan, diperlukan prediksi terjadinya kejadian ekstrim; seberapa besar atau seberapa sering banjir akan melanda daerah tersebut.
Lebih mudahnya lagi dalam mengartikan kata ekstrim ini mungkin pada suatu hal yang diluar kebiasaan dan kemampuan kita, seperti hal yang tak terduga dan itu bisa terjadi dengan dahsyat, contohnya seperti cuaca, cuaca sering dikaitkan dengan kata ekstrim karena sifat cuaca ini tidak menentu dan jika sedang terjadi perubahan cuaca atau iklim sering pula terjadi fenomena alam yang jarang kita jumpai atau tidak seperti biasanya maka hal tersebut dikatakan ekstrim.
Di dalam dunia industripun metode Data Ekstrim ini sangat dibutuhkan, karena jika kita telah bisa meminimalisir sebuah kejadian yang disebut ekstrim. Ini akan bisa menghemat biaya yang cukup besar, oleh karena itu teori probabilitas sangat ditekankan pula kepada para pelaku industry.
Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan gambar-an selengkap nya tentang nilai ekstrim, distribusi dan pemodelannya, serta diagnosa model. Contoh sederhana pemodelannya diberikan di bagian akhir tulisan.
Metode Penelitian
Beberapa jenis nilai ekstrim, distribusinya, analisa dan diagnose model akan dibahas dalam bagian ini.
 Nilai Ekstrim
Beberapa jenis nilai ekstrim diantaranya adalah blok maksima (block maxima), nilai di atas ambang (values over threshold), dan r-nilai terbesar dari data terurut (r-largest ordered data). Blok maksima adalah nilai maksimum dari observasi dalam jangka waktu tertentu, misal dari data produk cacat per-hari hanya diambil nilai maksimum data selama satu bulan. Dengan demikian, hanya 12 observasi dalam setahun yang dipergunakan, 353 (=365-12) observasi lainnya terbuang sia-sia yang merupakan pemborosan data yang cukup besar. Ini adalah salah satu kekurangan dari menggunakan blok maksima. Mungkin saja dua atau lebih data terbesar dalam setahun terjadi di bulan yang sama, padahal dalam blok maksima hanya diambil satu nilai terbesar, dengan kata lain, ada resiko kehilangan informasi penting. Oleh karena itu sebagian orang mengguna-kan r- dikategorikan sebagai ekstrim.a dite-tapkan terdahulu, kemudian semua data yang lebih besar dari anilai terbesar. Tipe data ekstrim yang lain adalah nilai di atas ambang. Nilai ambang
Blok Maksima
Salah satu kelemahan -data terurut terbesar adalah lebih rentan terhadap asumsi independen (i.i.d) sebab beberapa data terbesar yang berurutan mungkin saja berasal dari kejadian ekstrim yang sama.
Robinson dan Tawn [13] mengembangkan metode untuk menganalisa data ekstrim yang diraih oleh atlet atletik dalam sebuah kejuaraan dengan menggunakan tiga perolehan tertinggi. Contoh lain analisa data terurut terbesar
Exceedances over Threshold
yaitu Generalised Pareto Distribution (GPD). Dalam aplikasi seringkali dipilih nilai ambang tinggi, yaitu 99,75 atau 95 persentil. Menyadari adanya keter-gantungan data secara temporal, terutama pada data meteorologi, meteorologis dan hydrologis meng-gunakanpeak over threshold (POT). Pada POT data dikelompokkan berdasar waktu tertentu misal pagi, siang, atau malam hari, selanjutnya hanya diambil data di atas nilai ambang dalam kelompok waktu yang sama. Hal ini dilakukan untuk menghindari autokorelasi. Sama halnya dengan exceedances over threshold, POT berdistribusi GPD.
Lebih jauh lagi, jumlah data di atas nilai ambang merupakan random variabel yang mungkin berdis-tribusi Poisson. Model yang mengikutkan sertakan keduanya; nilai diatas ambang dan banyaknya nilai di atas ambang, dikenal sebagai Poisson-GPD model (Davison and Smith [6]).
Hasil dan Pembahasan
Akhir-akhir ini sering dibicarakan adanya fenomena perubahan iklim (climate change). Musim kemarau semakin panjang, musim hujan juga menjadi lebih panjang, maximum temperatur makin tinggi mini-mum temperatur makin rendah. Tampaknya keja-dian ekstrim lebih memberikan dampak terhadap perubahan iklim dibanding kejadian rata-rata. Pada seksi ini akan diberikan contoh memodelkan ektrim data, yaitu temperatur dan curah hujan ekstrim dengan famili distribusi GEV dengan bantuan paket ‘extRemes’ darifreeware R.
Dua set data (maksimum curah hujan dan maksimum temperatur bulanan) diunduh darithe Bureau’s online of the Australian Climate and Weather Extremes Monitoring System. Data berasal dari stasiun Charleville Aero, salah satu tempat pencatatan dengan kualitas tinggi dan mempunyai data lengkap sejak 1942. Dari data bulanan hanya diambil data maksimum per tahun, plot anual maksimum dapat dilihat pada Gambar 1. Tampak masing-masing data set independen dan mem-punyai varians konstan.
Kesimpulan
Ada beberapa tipe data ekstrim, diantaranya blok maksima, r-nilai terbesar, dan nilai-nilai di atas ambang batas. Seringkali data ekstrim, yang meme-nuhi kondisi tertentu, dapat tepat dimodelkan dengan distribusi GEV. Famili distribusi GEV memiliki tiga sub-famili yaitu Gumbel, Frechet dan Weibull. Distribusi ini dikarakterisasi oleh tiga parameter yaitu parameter lokasi, skala, dan bentuk.

 sumber : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ind/article/view/18300

Tidak ada komentar:

Posting Komentar